suatu sore di pelataran kampus, diatas rerumputan nan hijau yang membentang luas tampak dua mahluk hidup sedang berkomunikasi (halah... boso opo iki....)
Joko : Cong... Cong.. A Cong...
A Cong : apa Jok !! lu kok teriak-teriak..
Joko : Cong.. aku nyuwun tulung, ki komputerku rusak didandakne neng endi yoh enake...?
A Cong : Oooh.. Bawaken ae ndek Tokone Koh Ming.. sip iku serviceane
Joko : Walah, lah kok adoh temen Cong ? neng Toko Mulia apik pora ? etane Pasar Brebeg kuwi loh Cong
A Cong : Loohhh bok mbok service ndek sana Jok !!, itu teknisine gong pek kabeh... duekmu dikuras ntik...
Joko : iyo tah Cong....jare cah-cah apik serpisane ?, entek piro yo kiro-kiro ?
A Cong : yo apik lah, tapi larang Jok, ongkos ae lu isa ditarik i pek jien
Joko : walah.. larang temen, ora opo-opo wes Cong, mengko wae tapi ngenteni Sin Tjia.. ngenteni ang pau-an
A Cong : loh lu ngrayakno sisan tah Jok ?
Joko : :D *mringis*
ngobras tentang Sin Tjia, nyeplos mau mengulas sedikit banyak tentang Tahun Baru Cina yang sebentar lagi dirayakan di Indonesia, ceritanya ada banyak versi, salah satunya adalah.....
Aslinya Imlek atau Sin Tjia adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan ini juga berkaitan dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi. Perayaan ini dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama. Acaranya meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari persembahyangan ini adalah sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan tetangga.
Karena perayaan Imlek berasal dari kebudayaan petani, maka segala bentuk persembahannya adalah berupa berbagai jenis makanan. Idealnya, pada setiap acara sembahyang Imlek disajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue yang mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12. Di Cina, hidangan yang wajib adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak. Di Indonesia, hidangan yang dipilih biasanya hidangan yang mempunyai arti "kemakmuran," "panjang umur," "keselamatan," atau "kebahagiaan," dan merupakan hidangan kesukaan para leluhur.
Pada waktu Imlek, makanan yang tidak boleh dilupakan adalah lapis legit, kue nastar, kue semprit, kue mawar, serta manisan kolang-kaling. Agar pikiran menjadi jernih, disediakan agar-agar yang dicetak seperti bintang sebagai simbol kehidupan yang terang.
Tujuh hari sesudah Imlek dilakukan persembahyangan kepada Sang Pencipta. Tujuannya adalah sujud kepadaNya dan memohon kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru dimasuki.

Tahun 2007 ini Imlek di jatuh pada tanggal 18 Februari dan disebut dengan Tahun Babi (lihat penanggalan cina diatas)
Bagi rekan-rekan blogger mania, Nyeplos, Joko dan A Cong mengucapkan Gōngxǐ fācái Xīnián kuàilè, semoga banyak rejeki, Selamat Tahun Baru, 恭喜发财 新年快樂