Showing posts with label kenangan. Show all posts
Showing posts with label kenangan. Show all posts

12.28.2007

dalam kenangan...

.
Dua sosok dibawah ini adalah seseorang yang saya puja semenjak dahulu, seorang pejuang sejati di masanya. Sekarang keduanya sudah tiada... semoga damai selalu menyertaimu diatas sana...

Mohammed Abdel-Raouf Arafat al-Qudwa al-Husseini (محمد عبد الرؤوف القدوة الحسيني)
populer dengan Yasser Arafat (ياسر عرفات, Yāsir `Arafāt)
Agustus 1929 - 11 November 2004

  • Pada tahun 1994, bersama dengan Shimon Peres dan Yitzhak Rabin Arafat dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian untuk perundingan Persetujuan Damai Oslo tahun 1993.


Benazir Bhutto ( بینظیر بھٹو )
21 Juni 1953 - 27 Desember 2007

  • "Ketika pertama kali saya terpilih, mereka mengatakan, 'Perempuan telah merebut tempat laki-laki! Dia harus dibunuh, dia telah menyebarkan ajaran sesat!'"
  • "Saya percaya akan diri saya sendiri. Saya selalu merasa bahwa saya dapat menjadi Perdana Menteri, kalau saja saya mau."

*dikutip dari wikipedia

2.16.2007

Joko & A Cong

suatu sore di pelataran kampus, diatas rerumputan nan hijau yang membentang luas tampak dua mahluk hidup sedang berkomunikasi (halah... boso opo iki....)

Joko : Cong... Cong.. A Cong...
A Cong : apa Jok !! lu kok teriak-teriak..
Joko : Cong.. aku nyuwun tulung, ki komputerku rusak didandakne neng endi yoh enake...?
A Cong : Oooh.. Bawaken ae ndek Tokone Koh Ming.. sip iku serviceane
Joko : Walah, lah kok adoh temen Cong ? neng Toko Mulia apik pora ? etane Pasar Brebeg kuwi loh Cong
A Cong : Loohhh bok mbok service ndek sana Jok !!, itu teknisine gong pek kabeh... duekmu dikuras ntik...
Joko : iyo tah Cong....jare cah-cah apik serpisane ?, entek piro yo kiro-kiro ?
A Cong : yo apik lah, tapi larang Jok, ongkos ae lu isa ditarik i pek jien
Joko : walah.. larang temen, ora opo-opo wes Cong, mengko wae tapi ngenteni Sin Tjia.. ngenteni ang pau-an
A Cong : loh lu ngrayakno sisan tah Jok ?
Joko : :D *mringis*

ngobras tentang Sin Tjia, nyeplos mau mengulas sedikit banyak tentang Tahun Baru Cina yang sebentar lagi dirayakan di Indonesia, ceritanya ada banyak versi, salah satunya adalah.....

Aslinya Imlek atau Sin Tjia adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan ini juga berkaitan dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi. Perayaan ini dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama. Acaranya meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari persembahyangan ini adalah sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan tetangga.

Karena perayaan Imlek berasal dari kebudayaan petani, maka segala bentuk persembahannya adalah berupa berbagai jenis makanan. Idealnya, pada setiap acara sembahyang Imlek disajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue yang mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12. Di Cina, hidangan yang wajib adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak. Di Indonesia, hidangan yang dipilih biasanya hidangan yang mempunyai arti "kemakmuran," "panjang umur," "keselamatan," atau "kebahagiaan," dan merupakan hidangan kesukaan para leluhur.

Pada waktu Imlek, makanan yang tidak boleh dilupakan adalah lapis legit, kue nastar, kue semprit, kue mawar, serta manisan kolang-kaling. Agar pikiran menjadi jernih, disediakan agar-agar yang dicetak seperti bintang sebagai simbol kehidupan yang terang.

Tujuh hari sesudah Imlek dilakukan persembahyangan kepada Sang Pencipta. Tujuannya adalah sujud kepadaNya dan memohon kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru dimasuki.


Tahun 2007 ini Imlek di jatuh pada tanggal 18 Februari dan disebut dengan Tahun Babi (lihat penanggalan cina diatas)

Bagi rekan-rekan blogger mania, Nyeplos, Joko dan A Cong mengucapkan Gōngxǐ fācái Xīnián kuàilè, semoga banyak rejeki, Selamat Tahun Baru, 恭喜发财 新年快樂

2.07.2007

Adam Air....

beberapa waktu lalu mendapat e-mail dari temen yang cukup membuat aku mengerenyitkan dahi... tentang Adam Air...

Canny Watae, warga biasa tinggal di Makassar

Saya tergerak untuk beranalisis mengingat semua analisis yang terpublikasi sejak kasus Adam Air ini terjadi belum ada yang menyertakan detil geografis, dalam artian mencocokkan informasi-informasi koordinat Lintang dan Bujur dengan kondisi alam yang mendekati riil di lapangan. Juga, belum ada yang berusaha memasukkan kesaksian-kesaksian warga secara runut. Saya masih percaya kalau warga pedesaan kita cukup jujur. Orang-orang yang kelewat pintar saja yang salah mengambil kesimpulan dari kesaksian mereka. Penemuan Tail Horizontal Stabilizer oleh nelayan Bakri di pantai Mallusetasi Kab. Barru memang penemuan yang sangat penting. Tetapi, sejauh ini belum ada yang berteriak "Eureka!", seperti yang dilakukan Archimedes beberapa ribu tahun yang lalu ketika menemukan hukum berat jenis benda. Bagi saya, yang iseng-iseng "mencari " pesawat nahas dengan nomor penerbangan KI-574 via layar komputer, temuan Pak Bakri memacu urat spontan saya berteriak Eureka! Cross-wind 74 knot (130 km/jam) yang menimpa KI-574 seperti yang disampaikan Menhub Hatta Radjasa (Fajar, 5/1), plus kecepatan jelajah pesawat (Cruising Speed) 600-700 km/jam menghasilkan resultan gaya yang cukup besar. Jika arah KI-574 adalah jam 12, maka Cross-wind ini datang dari arah jam 3 (menuju jam 9). Terjadi resultan sebesar antara akar kuadrat dari 600 kuadrat plus 130 kuadrat ( 613 km/jam) dan 700 kuadrat plus 130 kuadrat ( 712 km/jam) dengan arah vektor sekitar jam 11. Arah pesawat bergeser. Fakta menunjukkan pesawat bergeser, Kokpit Adam Air KI-574 sempat meminta ATC Makassar memandunya karena pesawat berubah arah akibat dorongan angin. Dari posisi heading timur-laut, bergeser ke utara. Kemudian oleh ATC Makassar pesawat diminta kembali ke heading semula. Ketika pilot kembali heading timur laut dari posisi heading utara, pesawat bukan lagi kena cross-wind melainkan parallel-wind arah berlawanan. Arah vektor kecepa tan pesawat nyaris berlawanan dengan arah angin. Resultan kecepatan pesawat terhadap angin adalah minimal 600 + 130 = 730 km/jam, dan maksimal 700 + 130 = 830 km/jam! Pengecekan saya pada alamat web http://uk.flyasiana.com/travelplanner/travelplanner_aircrafts.asp

menunjukkan bahwa kecepatan jelajah maksimum B737-400 adalah 790 km/jam! My God,.... besar kemungkinan gerak relatif KI-574 terhadap angin lebih besar dari pada kecepatan maksimum yang diizinkan. Tail Horizontal Stabilizer bisa saja menjadi komponen yang paling bekerja keras ketika KI-574 mencapai kecepatan jelajah maksimumnya. Apa tah lagi kondisi udara yang ditembus tidak karu-karuan.

Mengapa Tail Horizontal Stabilizer kanan yang lepas? Karena dia-lah yang mengalami masa papar cross-wind hingga parallel-wind terlama. Angin cross sebelumnya datang dari arah kanan. Komponen ini terpental ke arah kiri, ke arah badan pesawat, yang memungkinkan badan pesawat sobek lalu berlubang. Perbedaan tekanan antara kabin dan atmosfer pada ketinggian di atas 30.000 kaki menimbulkan efek hisap yang sangat kuat. Tatakan meja, sandaran jok, life-vest (pelampung), fiber penutup bagasi kabin, isi bagasi kabin, tas, bungkusan makanan, video-monitor di kabin penumpang, semuanya tersedot keluar. Fakta menunjukkan barang-barang tersebut sudah ditemukan para nelayan di perairan Barru dan Pangkep.

Penumpang saya perkirakan sedang memakai seat-belt karena sedari awal cuaca jelek. Tidak ada penumpang yang tersedot ke atmosfer! Bakalan tidak ada pula jenazah yang ditemukan di perairan yang membentang sepanjang jazirah Sulawesi Selatan (Pinrang, Parepare, Barru, Pangep, Maros, dan Makassar). Fakta menunjukkan belum ada jenazah dari Adam Air KI-574 yang ditemukan di perairan ini.

Karena kebocoran kabin, pilot berusaha menurunkan ketinggian pesawat sesegera mungkin. Demi penumpang, ia berusaha terbang pada ketinggian yang memungkinkan penumpang bernapas tanpa alat bantu.

Penurunan ketinggian yang mendadak ini menimbulkan efek sentakan pada bodi pesawat, mungkin mencapai minus 3G yang memicu trigger ELBA. Penurunan ketinggian ini juga membuat KI-574 tidak bisa terpantau radar. Fakta menunjukkan KI-574 hilang dari pantauan radar ATC Makassar. Dalam kondisi terbang rendah, sekitar 8000 kaki atau di bawahnya, pesawat terus berusaha mengarah ke Manado (timur-laut). Pesawat melintasi perairan Pinrang/Polewali?Majene, lalu daratan Enrekang, kemudian sampai di atas Tana Toraja. Fakta menunjukkan Saul Palulungan (57 tahun) mendengar suara pesawat (Fajar, 5/1). Di Tana Toraja pilot melakukan manuver tajam ke kiri. Di kiri pesawat ada Bandara Pongtiku,

kawasan Rante Tayo, kurang lebih 10 Km dari Makale. Sementara di kanan pesawat adalah Bulu (Gunung) Rante Kombala dan Bulu Rante Mario. Dalam keadaan kehilangan Tail Horizontal Stabilizer (belakangan juga beberapa bagian sayap kanan yang ditemukan di perairan Pinrang, mungkin Aileron yang bertanggung jawab pada gaya angkat pesawat), manuver pesawat sangat berat dan menimbulkan hentakan. Hentakan ini men-trig aktivasi sinyal ELBA. Fakta menunjukkan RCC Singapura sempat menangkap sinyal ELBA pada lokasi ini (Fajar, 3/1). Usaha mendarat darurat di Bandara Pongtiku gagal. Pesawat susah dikendalikan untuk manuver-manuver halus mengingat salah satu Tail Stabilizer Horizontal, belakangan juga sayap kanan, rusak. Ces-pleng, Bandara Pongtiku berada di daerah perbukitan sebagaimana lazimnya kontur Tana Toraja. Pilot memutuskan untuk lurus, sebab pada arah lurus ini ada bandara Tampa Padang , Mamuju, Sulawesi Barat. Dalam lintasan menuju Bandara Tampa Padang, KI-574 harus bermanuver melewati pegunungan, termasuk kawasan Matangnga. Banyak kesaksian warga yang menyatakan mendengar suara gemuruh dan ledakan sepanjang lintasan Toraja – Mamuju ini. Termasuk di antaranya Abu Haris yang kemudian di-cap berbohong. Padahal, ia sendiri tidak pernah menyatakan ada pesawat jatuh. Pernyataannya adalah "ada suara pesawat". Di lepas pantai Mamuju, nelayan Baharuddin bersaksi pada Danlantamal VI Makassar bahwa ia melihat pesawat berbadan biru laut melintas dari arah bandara Tampa Padang. Fakta menunjukkan bahwa warna pesawat Adam Air KI-574 bukanlah Oranye seperti lazimnya dalam display-display promosi Adam Air. Warnanya putih (Fajar, foto headline, 12/1). Warna biru laut yang dilihat Baharuddin sangat mungkin akibat pantulan air laut. Pesawat lagi-lagi tak berhasil mendarat di bandara alternatif. Tepat di atas kepala Baharuddin, pesawat belok kiri ke arah daratan Sulawesi. Jika kita memperhatikan peta rupa bumi, tampak bahwa daratan Sulawesi di depan KI-574 adalah pegunungan. Masuk akal ketika Baharuddin mengatakan pesawat kembali ke arah laut. Pesawat menghindari tabrakan dengan gunung. Pilot memilih ditching (mendarat di laut). Posisi deteksi sonar KRI Fatahillah adalah 02.35.18 LS, 118.48.36 BT. Jarak antara Saksi Baharuddin dan posisi Sonar ini kurang lebih 12,5 KM. Artinya dengan asumsi tinggi mata saksi dari permukaan laut 2m, maka posisi di mana KRI Fatahillah mendeteksi adanya logam bulat, sudah tidak terjangkau lagi oleh Baharuddin. Posisi itu tertutup garis horizon jika dipandang dari tempat saksi berdiri. Saksi sendiri mengaku tidak melihat apakah pesawat tersebut jatuh atau tidak. Yang ada hanya terdengarnya suara gemuruh dan bunyi ledakan. Karena kecepatan suara adalah 340 m/detik, maka ledakan itu terjadi 12.500 / 340 = 37 detik sebelumnya. Antara posisi Saksi dan saat pesawat berbalik arah ke laut jaraknya 3 nm, dan dari posisi balik arah ini ke Sonar KRI Fatahillah 10 nm. Total lintasan pesawat dari Saksi hingga Sonar adalah 13 nm atau 25 km. Waktu tempuh jarak 25 km itu oleh pesawat dengan kecepatan 700 km/jam adalah 25/700 jam = 0,036 jam atau 128,5 detik. Jadi antara pesawat melintasi posisi saksi hingga saksi mendengar ledakan adalah 128,5 + 37 = 165,5 detik. Antara 2 hingga 3 menit. Persis seperti kesaksian Baharuddin pada Danlantamal VI Makassar. Secara ilmiah-matematis kesaksian Baharuddin bisa dipertanggungjawabkan. Pesawat, menurut saya, ditching di lepas pantai Mamuju. Pilot Revri A. Widodo dan Co-Pilot Yoga berusaha maksimal. Namun, tanpa Tail Stabilizer Horizontal dan sayap kanan yang rusak, ditching tidak mulus. Pesawat turun ke laut dengan sudut elevasi yang cukup besar. Mungkin saja 45 derajat. Kesimpulan: Adam Air KI-574 jatuh di perairan Mamuju di sekitar lokasi deteksi sonar KRI Fatahillah. Adam Air KI-574 tidak meledak di udara Semua penumpang dan awak pesawat masih berada di badan pesawat, di dasar laut. Prediksi: Serpihan Adam Air KI-574 berada di sekitar lintasan. Yang jatuh di laut akan terbawa arus ke pantai mulai dari lepas pantai Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, hingga Makassar termasuk pulau-pulau Spermonde (Pantai Barat Jazirah Sulawesi Selatan). Di darat di kawasan Pinrang, Enrekang, Toraja, Matangnga, dan Mamuju). Tidak akan ada jenazah penumpang yang ditemukan terdampar di pantai barat Jazirah Sulawesi Selatan (Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, dan Makassar). Serpihan dari dalam kabin penumpang semuanya berdimensi kecil, tidak melebihi besar lubang sobekan pada badan pesawat. Satu hal perlu saya tambahkan. Pilot Revri dan Co-Pilot Yoga orang hebat. Dalam kondisi pesawat susah untuk dikendalikan, mereka masih sanggup mencari lokasi pendaratan yang aman bagi penumpangnya. Semoga Tuhan Menyertai Kita Semua, dan Keluarga Korban Tabah. Amien.

3.25.2006

Jogjakarta

Rencana ke Karimun Jawa diundur karena ada yang berhalangan.. huks.. sedih juga karena hari itu kayaknya ok banget buat pergi2 soalnya Harpitnas alias hari kecepit nasional, dan aku dah janji mo mampir ke sepupuku yg mungil si Nita, dah lama gak ngobrol-ngobrol & curhat-curhat ama dia.. uhmm kangen.
Kmaren ke kampus kumpul-kumpul ama anak2 teknik, mereka ngajakin ke Jogja.
Yaahh.. para petualang gila itu ingin mengulang masa-masa lalu dengan long-march sepeda motoran ke jogja, 8-12 orang berangkat dari tanggal 8-10 april. Uhm... ajakan yg menarik, dah absen lama juga speda motoran jauh,
kangen sama suasana di perjalanan,
kangen betulin speda yang mogok jam 4 pagi...
kangen bobok di pinggir jalan jam 2 pagi...
kangen lesehan di pinggir jalan menghilangkan penat...
kangen teriak2 di tengah hutan jam 12 malem...
kangen iring-iringan naik motor...
kangen ama debu2 jalanan yg bisa mbuat topeng di muka...
kangen ama hembusan angin malam...
kangen ama capeknya pantat yg ngecap CD saking lamanya duduk...
kangen ngantuk diatas motor...
kangen nyobekin sprei ama bolongin bantal losmen... *hahaha sorry*
kangen ama ombak di parangtritis...
kangen ama sande monink di UGM...
kanegn ama pemandangan bintang dilangitnya kraton lama...
kangen ama pemandangan laharnya merapi...
kangen ama prambanan..
kangen ama dinginnya kaliurang...
kangen ama borobudur...
kangen ama kerajinan perak kota gedhe..
kangen ama pemakaman raja-raja dengan pakean sewek dan sorjannya...
kangen ama kerajinan gerabah di kasongan...
kangen ama sendangsono...
kanegn ama malioboro...
kangen ama pengamen klasik di pasar bringharjo...
kangen ama kerajinan kayu di bantul...
kangen ama mercusuarnya pantai samas...
kangen ama museum biologi...
kangen ama jogja pitung club...
kangen ama tulisan2 jawa petunjuk jalan...
kangen... kangen... kangen...