Showing posts with label rasa. Show all posts
Showing posts with label rasa. Show all posts

7.18.2008

kangen

inget gak?,
kita jalan malem-malem menyusuri remang kota sambil gandengan tangan sepanjang jalan di trotoar. waktu itu kita nyobain sebrapa jauh jalan kaki ke pusat kota, dan akhirnya kita nyerah. sayang padahal tinggal dikit lagi...

inget gak?,
kita lari dari kejaran tukang becak dan sembunyi di belakang mobil, ngintip dari balik kaca sambil nyeletuk "tukang becaknya udah hilang belom ya?" trus kita ketawa cekikikan...

inget gak?,Justify Full
kamu nyuapin aku kripik waktu kita duduk2 di atas bus sambil nunggu perjalanan yang ga nyampe-nyampe...

inget gak?,
kita ngobrol malem-malem sambil bisik-bisik takut tetangga sebelah terganggu, kita ngabisin malam ngomongin ini itu ngalor ngidul bcanda...

inget gak?,
aku selalu mandangin wajahmu pas lagi maem adep-adepan, ngeliat bulu matamu yg lentik. abis itu aku nyubit idungmu kalo pas lagi gemes...

inget gak?,
tiap ngerasa kedinginan aku selalu genggam tanganmu biar anget, kemudian kamu noleh ke aku sambil tersenyum manis. gara2 aku yang suka dingin akhirnya kamu malah hipotermia, maap ya...

inget gak?,
pas ngantuk kita gantian pinjem pundak jadi bantal buat bobok dan aku megangin kepalamu buat sandaran biar engga kejedok...

inget gak?,
tiap jam setengah lima pagi kita selalu bangun kelimpungan cari hape yang berdering keras takut bangunin yang laen. kamu dan aku ngeraba-ngeraba cari sumber bunyinya di tengah gelap dan mata setengah watt abis begadangan...

inget gak?,
kita nongkrong di McD beli satu burger digigit berdua sambil nungguin sore. ternyata satu burger bisa dimaem selama satu setengah jam ya haha...

aku kangen masa-masa itu...

10.16.2007

Memory...

Satu tahun berlalu, kenangan itu kadang masih tampak dalam angan, terbersit sekilas tak terelak. Aku sendiripun tak mampu membendung dinding kelam yang terbangun seiring senja. Diantara ribuan bintang aku berseru... diantara rembulan aku berucap... namun mereka hanya tersenyum beku. Menyembunyikan rahasia alam dengan sempurna, meninggalkan banyak tanya dalam hati...

'Bolehkah aku membuang kenangan ?' tanyaku kepada seorang kawan
"Biarkan saja jangan dibuang, tapi pelajarilah kenangan itu..." jawabnya
'aku sudah memperlajari... tapi tetap saja aku masih menaruh sedikit banyak prasangka buruk pada setiap orang yang kutemui' tanyaku lagi
"jika saatnya tiba dan kau bisa menerima semuanya, maka jawab itu akan datang"

Sebuah kalimat pendek yang terbawa hingga kini...

Diantara ribuan waktu... diantara jutaan kata kita bertutur... aku tahu bahwa semua hanyalah sebuah kisah lalu... yang tak sepatutnya aku diam terbentur...
Didalam sebuah ruang petak kecil aku meresapi... meresapi setiap cerita dari benda yang kupegang, mencoba memutar kembali kenangan beberapa waktu silam, saat tawa dan canda menghiasi dunia dengan warnanya, saat sebuah pelukan menghiasi malam dan dingin dengan hangatnya...

...kardus ini pun ternyata penuh juga... penuh dengan segala pernik dan cerita masa lalu, aku melipat sebilah lembar yang terbuka dengan kedua tanganku, menutup kardus itu dengan rapat dan mengikatnya dengan seutas tali, membelitnya dengan sebuah simpul yang erat. Kugoreskan sebuah bilah nama dengan spidol hitam pekat, sebagai pertanda kalau kardus ini milikku, dengan harapan tak seorangpun membukanya selain aku...

aku berjalan kesebuah tempat yang suram dan pengap, membawanya ke sebuah tempat dan meletakkan diantara tumpukan kardus yang lain... Kubuka kunci pintu perlahan... dan lampu kuning kecil itu menyala menerangi remang dengan terang... Hey, aku melihat kardus lain yang serupa, namun sudah tampak usang dan berdebu, aku masih bisa mengingat dengan jelas sebuah kardus yang kubuat tahun lalu... aku terdiam sejenak mencoba mengingat, apa yang ada didalamnya ?... ah, entahlah... aku meletakkannya berjajar... sebuah kenangan dan kenangan...

terimakasih sobat untuk semua perbincangan kita, aku bisa... :)

seribu bintang diam membisu... namun tersenyum dengan kerlipnya...
cahaya rembulan diam dalam beku... nemun menuntunku dalam redup...
rahasia alam hanyalah sebuah misteri... dimana aku ada dan terpaut didalamnya...
diantara ribuan waktu dan jutaan tanya... aku terbangun...
mencari sebuah pelangi dimana aku bisa membawa hawa berjalan dan menari diatasnya...

*halah gombal :p

9.15.2007

Negeri Di Awan

Dari awal ada banyak 'sign' yang sepertinya ngomong untuk batalin, mestinya kalo peka udah tau yak, tapi berubung udah berambisi jadi nekat aja mengingat ada 2 keinginan (ini salah satunya) yg harus tercapai sebelum usia menginjak ke musim kawin hihihi. Sampai mendekati hari 'H' detik-detik terakhir peserta tinggal 2 orang, huks... demi keselamatan bersama jadinya rencana ke Semeru dibatalkan :( sedih deh.... Padahal perlengkapan dah ready semua, tenda ama sleeping bag udah wangi di laundry, kompor portable plus tabung gas udah ok, kompor parafin plus bahan bakar padatnya juga sip, sepatu hiking hasil perburuan selama 4 bulan juga siap menapak, nesting dan kawan-kawan juga siap untuk memasak. Duh, musti diundur tahun depan... bulan depan udah masuk musim penghujan, engga baik untuk pendakian... kecuali ada kabar dari bapak-bapak mapala saudara psstt... dan saudara psstt... untuk nekat berhujan dan berlongsor ria menyambut tahun baru nanti di puncak. Baru kali ini rencana travelling yg udah dipersiapkan mayan matang bisa batal karena seribu satu alasan. Gagal deh rencana bersemadi di puncak *gregeten

Ingin suatu saat nanti aku mengajak kamu ke negeri diawan....
memelukmu dari belakang tanpa berkata apa...
hanya ingin kau rasakan degup jantungku dan rasakan hangatku...
hanya ingin aku mencium wangi tubuhmu...
hanya diam... tanpa berkata apa...
biarkan hati kita yang berbicara...
diatas 3.600 meter, dibawah nol derajat celcius...
melihat bentangan permadani hijau dan awan berarak...
memandang taburan kerlip bintang dilangit...
mensyukuri keagungan ciptaan Tuhan...
yang sempurna...
seperti kamu...

loh kok jadi melow gini, apa ini tanda-tandanya aku sedang jatuh cinta ??? wakakakaa.... *tetep gregetan...