Ini momen langka buat saya. Langka? ya langka, karena pada hari ini duapuluh empat oktober duaribu delapan saya lihat bioskop dengan kedua orang tua saya, double date ceritanya :p
Mereka melihat bioskop terakhir kali mungkin sekitar duapuluh lima tahun yang lalu, atau bahkan lebih. Menarik sekali, dalam jangka waktu selama itu tentunya banyak sekali perubahan seputar dunia sinema ini. Saya tidak tahu twentiwan pertama kali muncul di tahun berapa di Indonesia, tapi yang pasti duapuluh lima tahun yang lalu kursinya engga se'empuk sekarang, dinginnya juga engga se sejuk sekarang, dan sonsistemnya engga sejernih sekarang.
Laskar pelangi ini menurut saya biasa aja, seputar kehidupan seseorang yang teguh dalam mencapai cita-cita. Penyampaiannya pun sederhana namun dikemas dalam sebuah cerita yang inspirasional dan menarik. Banyak nilai-nilai yang bisa diambil dari film ini.
Kehidupan seseorang tergantung dari banyak hal yakni kesempatan, kemampuan/kemauan dan keberuntungan... kehilangan salah satu dari tiga aspek tersebut ternyata bisa membuat hidup seseorang melenceng dari mimpi. Sepertinya itu inti yang pengen di tonjolkan sang penulis melalui film. Namun meunurut beberapa pembaca novel, konon bukunya jauh lebih menarik dari filmnya. Ah.. saya terlalu pusing melihar jutaan kalimat tanpa gambar, jadi saya sudah puas hanya dengan melihat filmnya saja.
Mereka melihat bioskop terakhir kali mungkin sekitar duapuluh lima tahun yang lalu, atau bahkan lebih. Menarik sekali, dalam jangka waktu selama itu tentunya banyak sekali perubahan seputar dunia sinema ini. Saya tidak tahu twentiwan pertama kali muncul di tahun berapa di Indonesia, tapi yang pasti duapuluh lima tahun yang lalu kursinya engga se'empuk sekarang, dinginnya juga engga se sejuk sekarang, dan sonsistemnya engga sejernih sekarang.Laskar pelangi ini menurut saya biasa aja, seputar kehidupan seseorang yang teguh dalam mencapai cita-cita. Penyampaiannya pun sederhana namun dikemas dalam sebuah cerita yang inspirasional dan menarik. Banyak nilai-nilai yang bisa diambil dari film ini.
Kehidupan seseorang tergantung dari banyak hal yakni kesempatan, kemampuan/kemauan dan keberuntungan... kehilangan salah satu dari tiga aspek tersebut ternyata bisa membuat hidup seseorang melenceng dari mimpi. Sepertinya itu inti yang pengen di tonjolkan sang penulis melalui film. Namun meunurut beberapa pembaca novel, konon bukunya jauh lebih menarik dari filmnya. Ah.. saya terlalu pusing melihar jutaan kalimat tanpa gambar, jadi saya sudah puas hanya dengan melihat filmnya saja.

