7.16.2010

belok kiri terusss...

Menurut berita yang pernah saya baca di surat kabar jumlah kematian akibat kecelakaan di Indonesia selama setahun jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah kematian serdadu Amrik selama invasi di Afganistan.

Apa bener berkendaraan di jalan bisa sebahaya itu?.

Mungkin salah satu penyebabnya adalah rambu seperti gambar dibawah ini. "Ke kiri jalan terus" membawa pengertian yang ambigu. Sebagian mungkin akan melaju lurus saat lampu sinyal kuning sebelah kiri berkedip yang akhirnya membawa celaka dipersimpangan.



Karena menyadari akan kesalahan, maka beberapa saat kemudian (sampai saat ini) rambu tersebut sedikit demi sedikit diganti dengan pernyataan yang lebih jelas dan gamblang.



Semoga dengan pembenahan tata bahasa yang semakin baik ini pada akhirnya dapat mengurangi jumlah kematian akibat kecelakaan di jalan raya.

Sekarang saya baru sadar, mengapa saya yang bangsa Indonesia dan lancar bicara Indonesia masih juga disuguhi dengan pelajaran Bahasa Indonesia selama 12 tahun. Ternyata memang sangat penting.

*gambar pinjem dari sini dan sini