12.28.2007

dalam kenangan...

.
Dua sosok dibawah ini adalah seseorang yang saya puja semenjak dahulu, seorang pejuang sejati di masanya. Sekarang keduanya sudah tiada... semoga damai selalu menyertaimu diatas sana...

Mohammed Abdel-Raouf Arafat al-Qudwa al-Husseini (محمد عبد الرؤوف القدوة الحسيني)
populer dengan Yasser Arafat (ياسر عرفات, Yāsir `Arafāt)
Agustus 1929 - 11 November 2004

  • Pada tahun 1994, bersama dengan Shimon Peres dan Yitzhak Rabin Arafat dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian untuk perundingan Persetujuan Damai Oslo tahun 1993.


Benazir Bhutto ( بینظیر بھٹو )
21 Juni 1953 - 27 Desember 2007

  • "Ketika pertama kali saya terpilih, mereka mengatakan, 'Perempuan telah merebut tempat laki-laki! Dia harus dibunuh, dia telah menyebarkan ajaran sesat!'"
  • "Saya percaya akan diri saya sendiri. Saya selalu merasa bahwa saya dapat menjadi Perdana Menteri, kalau saja saya mau."

*dikutip dari wikipedia

12.16.2007

1 detik penentuan

Beberapa waktu yang lalu, lagi-lagi ada kejadian konyol yang terjadi saat aku memacu motor dijalan yang berkelak-kelok menuju rumah. Sebuah kejadian yang membuatku sebal dan kesal sekaligus gemas campur aduk menjadi satu.
Disaat motor yang kukendarai melaju cepat ada seseorang pemuda yang menyeberang tanpa melihat sisi jalur yang kulalui... sebetulnya jarak untuk mengerem masih jauh, namun aku lebih suka untuk memperlambat saja dan membunyikan klakson berulang-ulang. Pemuda itu melihat ada sebuah motor datang kearahnya dan nampak kebingungan. Aku melihat ada gerakan tubuh yang ragu-ragu tidak jelas, apakah dia mau mundur, atau tetap melangkah maju menyeberang. Dia sendiri yang kebingungan akhirnya memilih untuk diam, ...motor tetap melaju, dan aku sebagai sopir hanya mempunyai waktu kurang dari seperempat detik untuk memutuskan apakah manusia ini akan diam atau bergerak maju/mundur ?, alhasil... aku memutuskan untuk menghindar dari depan saja, jarum speedometer menunjukkan angka terlalu tinggi untuk menginjak pedal rem. Dan... tabrakan ringan (srempetan) yang disambut oleh teriakan ibu2 dan mbak2 disekitar pun tak dapat dihindari.

Kejadian seperti ini sering terjadi yang pada akhirnya membuahkan kecelakaan. Aku pernah melihat hal serupa saat aku masih di sekolah menengah pertama. Seorang perempuan muda yang mengendarai sepeda pancal menyeberang jalan dan saat itu pula ada sebuah hardtop melaju kencang. Posisi sepeda pancal yang berada pada lajur jalan yang dilalui hardtop itu sebetulnya salah, namun apa yang dilakukan si pengendara dalam waktu singkat itu ? dia memilih untuk diam... enggak mundur, engga pula maju... alhasil BRAKKK !!.. aku melihat sepeda itu berada dalam kolong roda empat tak berbentuk dan entah bagaimana dengan perempuan muda itu, tak pantas kusebutkan disini... yang pasti aku melihat saos tomat mengalir melalui kolong kendaraan itu.

Contoh kejadian lain yang pernah kualami adalah saat aku menjadi penumpang, dan kebetulan saat itu ada seseorang yang entah geram atau apa, namun menunjukkan tingkah untuk mengajak mengadu kecepatan. Aku yang cuma nunut dibelakang ikut saja saat sang sopir melayani pemuda jalanan entah siapa itu.
Di depan tampak beberapa kendaraan roda empat berhenti entah dengan alasan apa. Kecepatan sudah menunjukkan angka tiga digit... hanya satu yang ada dipikiran, ikut berhenti atau terus ??. Sang sopir dan aku berada pada death position dimana kami tidak mengetahui apa yang terjadi dibalik kendaraan di depan itu yang menyebabkan mereka berhenti. Kami akhirnya memilih untuk mengerem, sementara pemuda jalanan tetap kencang menerobos kendaraan yang berhenti di depan... BRAKKKK... apa yang terjadi ? pemuda jalanan tidak menyadari bahwa kendaraan yang berhenti di depan adalah karena mereka menunggu seseorang yang menyeberang, dan tentu saja tidak kelihatan dari jauh tertutup opleh body kendaraan. Tabrakan pun tak terelakkan...

Tahukah kamu... banyak kejadian kecelakaan terjadi karena banyak pengendara kurang cepat mengambil keputusan. Untuk situasi genting, keputusan yang diambil hanya dapat dilakukan dalam waktu kurang dalam 1 detik... dan sisanya adalah bertindak berdasarkan keputusan yang sudah dibuat itu. Jangan ragu mengambil sebuah keputusan yang menyangkut nyawa seseorang... terutama nyawa kita sendiri...

Bagaimana kawan, 1 detik sudah lebih dari cukup kan untuk mengambil keputusan ??