Satu tahun berlalu, kenangan itu kadang masih tampak dalam angan, terbersit sekilas tak terelak. Aku sendiripun tak mampu membendung dinding kelam yang terbangun seiring senja. Diantara ribuan bintang aku berseru... diantara rembulan aku berucap... namun mereka hanya tersenyum beku. Menyembunyikan rahasia alam dengan sempurna, meninggalkan banyak tanya dalam hati...
'Bolehkah aku membuang kenangan ?' tanyaku kepada seorang kawan
"Biarkan saja jangan dibuang, tapi pelajarilah kenangan itu..." jawabnya
'aku sudah memperlajari... tapi tetap saja aku masih menaruh sedikit banyak prasangka buruk pada setiap orang yang kutemui' tanyaku lagi
"jika saatnya tiba dan kau bisa menerima semuanya, maka jawab itu akan datang"
Sebuah kalimat pendek yang terbawa hingga kini...
Diantara ribuan waktu... diantara jutaan kata kita bertutur... aku tahu bahwa semua hanyalah sebuah kisah lalu... yang tak sepatutnya aku diam terbentur...
Didalam sebuah ruang petak kecil aku meresapi... meresapi setiap cerita dari benda yang kupegang, mencoba memutar kembali kenangan beberapa waktu silam, saat tawa dan canda menghiasi dunia dengan warnanya, saat sebuah pelukan menghiasi malam dan dingin dengan hangatnya...
...kardus ini pun ternyata penuh juga... penuh dengan segala pernik dan cerita masa lalu, aku melipat sebilah lembar yang terbuka dengan kedua tanganku, menutup kardus itu dengan rapat dan mengikatnya dengan seutas tali, membelitnya dengan sebuah simpul yang erat. Kugoreskan sebuah bilah nama dengan spidol hitam pekat, sebagai pertanda kalau kardus ini milikku, dengan harapan tak seorangpun membukanya selain aku...
aku berjalan kesebuah tempat yang suram dan pengap, membawanya ke sebuah tempat dan meletakkan diantara tumpukan kardus yang lain... Kubuka kunci pintu perlahan... dan lampu kuning kecil itu menyala menerangi remang dengan terang... Hey, aku melihat kardus lain yang serupa, namun sudah tampak usang dan berdebu, aku masih bisa mengingat dengan jelas sebuah kardus yang kubuat tahun lalu... aku terdiam sejenak mencoba mengingat, apa yang ada didalamnya ?... ah, entahlah... aku meletakkannya berjajar... sebuah kenangan dan kenangan...
terimakasih sobat untuk semua perbincangan kita, aku bisa... :)
*halah gombal :p
'Bolehkah aku membuang kenangan ?' tanyaku kepada seorang kawan
"Biarkan saja jangan dibuang, tapi pelajarilah kenangan itu..." jawabnya
'aku sudah memperlajari... tapi tetap saja aku masih menaruh sedikit banyak prasangka buruk pada setiap orang yang kutemui' tanyaku lagi
"jika saatnya tiba dan kau bisa menerima semuanya, maka jawab itu akan datang"
Sebuah kalimat pendek yang terbawa hingga kini...
Diantara ribuan waktu... diantara jutaan kata kita bertutur... aku tahu bahwa semua hanyalah sebuah kisah lalu... yang tak sepatutnya aku diam terbentur...
Didalam sebuah ruang petak kecil aku meresapi... meresapi setiap cerita dari benda yang kupegang, mencoba memutar kembali kenangan beberapa waktu silam, saat tawa dan canda menghiasi dunia dengan warnanya, saat sebuah pelukan menghiasi malam dan dingin dengan hangatnya...
...kardus ini pun ternyata penuh juga... penuh dengan segala pernik dan cerita masa lalu, aku melipat sebilah lembar yang terbuka dengan kedua tanganku, menutup kardus itu dengan rapat dan mengikatnya dengan seutas tali, membelitnya dengan sebuah simpul yang erat. Kugoreskan sebuah bilah nama dengan spidol hitam pekat, sebagai pertanda kalau kardus ini milikku, dengan harapan tak seorangpun membukanya selain aku...
aku berjalan kesebuah tempat yang suram dan pengap, membawanya ke sebuah tempat dan meletakkan diantara tumpukan kardus yang lain... Kubuka kunci pintu perlahan... dan lampu kuning kecil itu menyala menerangi remang dengan terang... Hey, aku melihat kardus lain yang serupa, namun sudah tampak usang dan berdebu, aku masih bisa mengingat dengan jelas sebuah kardus yang kubuat tahun lalu... aku terdiam sejenak mencoba mengingat, apa yang ada didalamnya ?... ah, entahlah... aku meletakkannya berjajar... sebuah kenangan dan kenangan...
terimakasih sobat untuk semua perbincangan kita, aku bisa... :)
seribu bintang diam membisu... namun tersenyum dengan kerlipnya...
cahaya rembulan diam dalam beku... nemun menuntunku dalam redup...
rahasia alam hanyalah sebuah misteri... dimana aku ada dan terpaut didalamnya...
diantara ribuan waktu dan jutaan tanya... aku terbangun...
mencari sebuah pelangi dimana aku bisa membawa hawa berjalan dan menari diatasnya...
cahaya rembulan diam dalam beku... nemun menuntunku dalam redup...
rahasia alam hanyalah sebuah misteri... dimana aku ada dan terpaut didalamnya...
diantara ribuan waktu dan jutaan tanya... aku terbangun...
mencari sebuah pelangi dimana aku bisa membawa hawa berjalan dan menari diatasnya...
*halah gombal :p


12 comments:
Ya...memory memang sayng untuk dilepaskan atau dilupakan. Semua orang mengalaminya. Akupun juga demikian. Tapi kita harus liat masa depan kan? Masa lalu sangat indah untuk dikenang, masa depan indah untuk dibayangkan, tapi hari ini adalah suatu moment yang penting sekali untuk kita jalani.Hari ini adalah yang bisa menentukan bagaimana masa depan kita nanti. Be tough and strong, bro!
Sarangeo!
ngik? ini bukan postingan nyasar buat valigh kan?? :-/
wah wah, kardusnya msh disimpen? hebat. pnyaku dah ta'rombeng kabeh, wekekeke.. mayan, dpt bbrp glintir rupiah dr rombeng. klo aku, ga prlu nyimpen untuk bisa dapat manfaatnya. or mngkin krn kardus2ku mmg tdk layak disimpan? :D
anyway, salut buat sulens. semangat terus, om!! bnyak hal indah menunggumu di depan sana :)
anonim, terimakasih teman, aku hidup untuk hari ini bukan masa lalu dan esok adalah cerita untuk esok...
supre, ada versi lainnya di valigh :). semua dimasukin kardus trus di simpen di gudang, gak payu di rombeng soale.. barang pernik-pernik. sekarang meja dan tembok kosong gak ada benda yang dipajang... waktunya berburu hihihi
tengkyu buat dukungannya selama ini supre ;)
aku mau ngulangin kata-kata terakhirnya ajah...'Walah Gombal' hahahahhahaha, nggak kok Len, guyon aku, habis aku wis baca serius2, terus kalimat penutupnya 'Walah Gombal', gimana aku nggak ngakak!!!!
lillyyyyy, grrrrrr....
wah...wah....
sarangeo = i love you
ada yg kasih pernyataan tuh, lens? :p
btw, itu kardus yg pertama ada kado jam dinding yg dalemnya ada foto gw yak?!?! wakakakakakakkkk
whattttt !!!! baru tau aku nek artine itu *glodak, biarin aja ah.. salahe pake anonim :p hihihi
tambahan... kadomu iku gak maen kok, mesti di modifikasi, dasar narsis >:)
Sarangeo memang artinya I love you. Tapi kan bukan artinya kita mesti ada apa2 to? Cinta bukan hanya diartikan sebagai cinta antar lawan jenis saja. Cinta terhadap saudara, sahabat, kawan, orang tua, dll. Tul kan? Jok ke-GRan ya!!!!
anonim, lah ini cinta buat apa ?? :p... kok tetep pake anonim btw ? :D
HUAHAHAHAHAHA JAM DINDING PAKE FOTONE IMUT DIDALAMNYA??? pantesan ae ditaruh gudang dibiarin berdebu, huahahahahahahahaha.... aku nek dikasih itu yo Mut, untung2 nek taksimpen, nek gak takbuang, huahahahahahahaha....
Anyway, kadang2 memori itu untuk dikenang, bukan untuk dilupakan.
Seringnya kembali menghantui, tapi bukan berarti harus dihapus dan dibiarkan berdebu kan Len?
ancrit malah dibahas jam dindinge b-( hahaha.. iyo pek, iku kado pertama.. njleketek kok onok fotone mringis nang njerone :p opo maneh iku jarum detik-e ilang, didadekno spedometer speda montore sopo iku biyen.. sontoloyo...
Post a Comment