11.12.2009

"Bhineka" Tunggal Ika

Semboyan Bhineka Tunggal Ika sudah mendarah daging sejak SD. Bagaimana engga, begitu masuk kelas di tembok depan atas sudah ada simbol Garuda yang jemarinya menjepit pita bertuliskan itu. Masuk ruang guru ada, masuk ruang kesenian juga ada, jadi mau ga mau lama-lama hapal sama simbol itu karena seringnya ngeliat.
Kalau di kamar mandi juga ada mungkin malah lebih nglontok ngapalinnya. Bisa dipelototin sambil buang limbah.

Saat ulangan mingguan atau akhir tahun yang disebut THB sering pula muncul petanyaan yang menyangkut pautkan simbol ini secara detil. Intinya sejak kecil kita sudah di doktrin untuk hapal luar kepala tanpa krepekan.

Tapi pemahaman simbol ini sepertinya super duper sulit kalau di praktekan. Ada beberapa orang yang engga ngerti arti dari "Dasar Negara" ini.
Lah kalau pondasinya aja plonga-plongo gimana bangun rumahnya?.

Baru-baru ini pengurusan surat keluarga di kelurahan terganjal gara-gara ada perbedaan keyakinan. Mereka mintanya harus satu keyakinan. Nah loh.. bukannya keyakinan itu hak pribadi dan sudah diatur di UUD'45?.
"ah itu kan cuma tulisan aja, prakteknya bisa beda", mungkin itu yang ada dalam benaknya saat saya mengkonfirmasi dasar hukum alasan.

Ujungnya terjadi debat yang ga masuk akal. Dalihnya adalah boleh dan engga boleh menurut keyakinan mereka. Dasar boleh dan engga boleh kan sudah diatur di UUD, bukan berdasarkan keyakinan tertentu bung?.

Apa mereka lupa bahwa di Sila Satu menyangkut banyak keyakinan bukan satu keyakinan?. Jadi riskan banget kalau kebenaran cuma didasarkan dari satu keyakinan saja mengingat masyarakat kita plural.

Setelah menunggu satu bulan akhirnya keluar juga itu surat keluarga. Dan ternyata yang tertera disana bukan lagi bhineka tapi tunggal. Saya tidak masalah karena keyakinan saya ditulis benar, tapi yang lainnya?

"ah.. itu cuma tulisan saja.. keyakinan kan ada di dalam hati." pikirku dalam benak..

8.24.2009

kelirumologi

Bukan bermaksud promosi, tapi sekedar share wacana saja. Ini buku barusan terbit sekitar dua bulan lalu, saya nemu di Gramedia. Beberapa tahun lalu sempat terbit buku serupa dalam bentuk seri beberapa jilid. Saya sempat memburu seri lengkapnya dua tahun lalu tapi di seantero Surabaya ternyata sudah engga ada yang jual. "Stock kosong" jawab mbak-mbak penjaga kalau ditanya saat itu.

Buku ini berisi tentang banyak hal-hal rancu di sekeliling kita yang secara engga sadar adalah salah. Contohnya adalah kata "acuh" yang pada arti sebenarnya adalah "peduli". Namun dalam keseharian, banyak orang mengartikan dengan tidak peduli atau cuek.

Menurut Franz Magnis S. yang kebetulan mengisi kolom kata pengantar di buku tersebut mengatakan bahwa dengan menyadari kalau kita mempunyai banyak kesalahan akan membawa kita menjadi lebih rendah hati. Kutipan yang menarik sekali.. :)

Buku ini tebel, harganya engga sampe seratus ribu. Isinya sarat dengan hal-hal teknis di bidangnya. Membahas hal-hal nyleneh dari A sampe Z, ditulis dengan bahasa yang simpel dan kadang mbanyol.

Tertarik teman??

8.19.2009

Bekpekeran

Backpacker dalam Wiki Dictionary dijelaskan sebagai "A traveler whose luggage consists of a backpack; especially, such a traveler who uses hostels, public transport, and other inexpensive services. "

Siapa yang doyan bekpeker?, saya yakin engga ada yang mau. Kenapa? karena jadi bekpeker itu susahnya minta kepalang. Susah, sengsara, kumal, capek dan semua yang gak enak-enak kumpul aduk jadi satu. Tapi herannya setelah melalui semua pengalaman menyedihkan itu sesampai rumah yang terngiang adalah rasa kangen. Kangen akan banyak cerita yang terbentuk dari sebuah perjalanan. Kangen akan memori yang terlintas dalam sebuah gambar yang warna-warni dan cerita yang seru.

Waktu semasa kuliah saya sering bekpekeran, istilahnya waktu itu mbambung.. gak keren amat dah. Bekpeker emang sengaja dinikmati karena alasan finansial yang minim, maklum masih sering ngompas nyokap.

Sebuah perjalanan dengan kereta api ekonomi selama enam jam adalah salah satu pengalaman menyedihkan yang pernah saya lalui. Dengan pemandangan yang tak sedap pula dimana musti berkumpul dengan pengemis cacat yang jalan dengan kedua tangannya karena kedua kakinya diamputasi. Iba? tentu saja, tapi engga banyak yang bisa diperbuat lah wong saya sendiri minim je... Kalau saya berlagak pahlawan bisa2 saya yang engga makan.
Belum lagi kalo menjelang malam, suasana gerbong jadi gelap gulita karena lampu sengaja engga dinyalain. Pemandangan satu2nya yang terlihat adalah penjual korek api yang sering menyalakan koreknya di tengah kegelapan sambil berteriak lantang "korek...korek.. rokok.. korek...". Gerbong penuh sesak dengan orang2 yang berdiri, duduk bahkan berbaring di jalan dan sela2 kursi. Ditambah pula bauk kecut dan lebus penumpang plus bonus kepulan asap rokok dari tetangga belakang. Sungguh jauh dari rasa nyaman...

Kapok?? seharusnya iya, tapi saya mengulanginya lagi beberapa minggu lalu. Aneh... padahal saya sadar kalau saat menjalani nanti saya pasti mengumpat. Dan itu benar, saat badan diguncang-guncang ombak selama tujuh jam dan perjalanan dengan bus yang engga sampai-sampai saya sempat mengumpat. Mengumpat akan perjalanan yang super duper melelahkan itu.

Saat ini, untuk sebagian orang bekpeker bukan lagi menjadi cara jalan2 karena masalah finansial yang minim melainkan karena menjadi semacam "tren gaya hidup".
"Kamu mampu melakukan perjalanan udara selama satu setengah jam, tapi kenapa musti cari yang lewat darat selama duabelas jam?!?!, edan kowe!!..."
tanyaku kepada adhek sepupu. "Ah mas... dua belas jam engga krasa lah kalau kita menikmati..." jawabnya sambil nenggak minuman soda kalengan warna coklat.

Ah ya... Satu yang saya engga sadar selama ini kenapa saya tetap mau mengulangi dan mengulangi lagi bekpekeran yang menjengkelkan itu adalah... karena saya menjalani dengan orang yang menyenangkan... :)

*gambar dicomot dari sini

7.02.2009

tentang calon pejabat - seri dua (tamat)

ulasan kali ini saya bahas aja dua tokoh langsung mengingat pemilihan radjakaya sudah dekat, takut waktunya ndak nutut.

tokoh yang kedua ini namanya jokotole. jokotole ini keturuan sodagar kaya. orangtuanya punya bisnis disegala tempat, perusahaan boanyak, duit jangan tanya.. jumlahnya sudah duwabelas dijit, bayangken aja brapa itu?.
dari segi keuangan jokotole jelas sudah berkecukupan, "saya ndak mungkin korupsi wong duit saya boanyak je" katanya meyakinkan. saya sebagai wong cilik ya angguk-angguk kepala saja setubuh.. eh setujuh..
jokotole orangnya juga lincah. lah ya mesti toh ya, dia kan pedagang gitu, jadi musti lihai loncat sana loncat sini bak kucing memburu curut buwat cari omsetan. tapi saya kurang sreg sama si joko ini, karena misi-visinya pendek, kurang makro gitu istilah wong pinter-pinter. sedangkan partnernya bapak wirkiwir malah bikin saya yakin untuk engga milih pasangan ini. kenapa sama pak wirkiwir kang?. karena orangnya itu kaku, dan suka nyampur adukkan hak pribadi ke kepentingan nasional. contonya dia tempo hari ngendikan kalau unsur agama boleh digabung dengan unsur politik. alesannya sih biar politiknya jadi bersih. nah loh.....


kandidat terakhir pak suroboyo, bapak satu ini dari penampilan dah tampil nyungkani, berkharisma gitu modelnya. kalau ngomong juga bijak banget. saya paling suka sama emosinya itu loh, meskipun mangkel tapi masih aman terkendali. bapak ini dulu pernah gabung di heiho buat latihan bedil-bedilan tapi sosok itu sekarang engga nampak lagi. ora kereng neh kata warga kampung. partnernya saya juga suka...

bapakne suka naik panther toh kang?
partner nduk.. dudu panther... kuwi loh, pasangan nggo dadi wakil'e mengko neng kursi kerajaan.

partnernya waktu debat jawabannya manteb tenan. pikirannya lebih terbuka gitu, luas ke segala aspek dan berwawasan. lah ini seminggu lagi sudah ada pemilihan, setidaknya dari ulasan tiga kandidat ini
poro sanak sedulur podho duwe gambaran mana yang musti dipilih. jangan golput nggih... yang penting.. 'lanjutkan!!'

6.19.2009

tentang calon pejabat - seri satu

bulan depan ada pemilihan calon rajakaya, sekarang ini di tipi lagi semarak acara debat yang lakonnya para calon pejabat yang mau menduduki singgasana tertinggi kerajaan nano-nano. nano-nano? lah iya, soalnya kalo hidup di kerajaan ini rasanya manis asem getir pait ada semua lengkap. acara debat ini lebih tepatnya saya sebut dengan acara tanya jawab.

"kok bisa 'kang?..."
'soalnya kurang seru, gak ada acara saling menyerang dan gontok-gontokane..' halah bahasane..

biar para rakyat jelata engga pada bingung memilih calonnya ini saya coba ulas satu persatu. ulasan berdasarkan pengalaman pribadi yang subyektip, mau percaya maturnuwun, engga ya monggo kerso, bebas aktip pokoknya...

lakon yang pertama namanya megaloman yang berasal dari partai merah. kebetulan kemaren saya dengar dia berpidato di tipi, tiap mcnya tanya beliau bisa menjawab dengan lancar, tapi aduh..duh.. jawabane kok terlalu lucu buat saya yang notabene cuma seorang petani.

"petani kok ga duwe sawah 'kang?"
'lah kan petani rupiah 'dhek, panennya sebulan sekali dikasih juragan'

back to topic, kemaren ini megaloman punya ide lucu untuk memberantas nyamuk demam berdarah dengue.

"opo kuwi kang dengung.. dengung?"
'dengung gundulmu.. diwoco ki!!'
"trus idene opo kang??"

si megaloman ni punya ide memberantas dbd di ibukota dengan cara pembelukan masal yang dilaksanakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dan SEREMPAK.

"bajigrut... pembelukan ki boso opo neh??"
'kuwi loh.. sing ono wong gowo alat ngetokne asep putih kanggo ngusir nyamuk'

katanya sih serempak itu dengan tujuan si nyamuk bakal bingung soalnya ngalor ngidul ngetan ngulon ga ada tempat buat lari yang akhirnya mati sesak napas.
menurut saya kok cara seperti ini bakal ribet pelaksanaannya ya, mengingat ibukota tuh gedhe buanget. selain itu ya ndak sebrapa efektif. lah kalo simboknya mati kena asep trus anaknya yg masih jadi larva renang2 di aer itu dua minggu lagi berterbangan piye meg'?, sayang kok engga ada yg tanya itu waktu debat.
menurut saya ya penyuluhan dan inspeksi yg merata tentang penyebab adanya dbd itu bisa lebih efektif buat jangka panjangnya, jadi diharapkan para rakyat jelata pada paham cara hidup sehat. bukannya begitu saudara saudari?.

mama loreng pun engga mau ketinggalan menanggapi sang megaloman, dalam dialognya di tipi swasta, dewi khayangan ini mengatakan kalo megaloman gak bakal cocok dipasangkan dengan siapapun juga. jelas aja 'ma.. pada takut itu sama rambutnya yang jegrak putih dan matanya yang kek riting speda motor.

menurut pendapat saya megaloman ini bakal saya coret dari daftar calon raja dan rajawati kerajaan nano-nano.

*gambar dicomot dari sini

2.12.2009

Caleg??

Musim "pemilihan" terasa banget akhir-akhir ini, dijalan-jalan udah banyak poster-poster foto caleg bertebaran. Di pohon, di tembok, di pagar bahkan baleho-baleho seukuran orang berdiri juga ga jarang bertengger di perempatan jalan.

Saya dapet email dari seorang kawan yang.. eeeehh.. lagi-lagi sebar-sebar foto caleg. Tapi yang ini bukan dalam rangka promosi, tapi dalam rangka iseng aja mo nunjukin iklan caleg yg bikin ngikik sekaligus prihatin :p.

Ini caleg bergaya Superman, mungkin iklan ini maksudnya si calon bak Superhero gitu yak yg bisa nolongin rakyat yg kesusahan??

Yang ini mo nunjukin kalo si calon berasal dari keturuan putra daerah asli, ga tau dengan tujuan apa. Kalo kek gini mah saya juga bisa nyalonin caleg untuk DKI Jogja :p

Biasanya anak nebeng nama Bapak, kalo yang ini kebalikannya hahaha.

2.11.2009

valentine = haram?

Saya membaca di harian kompas online yang menyebutkan hal ini....

"Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan kepada kaum Muslim bahwa perayaan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang, hukumnya haram, karena perayaan yang diadakan setiap 14 Februari banyak diisi hal yang tidak bermanfaat bahkan hal yang buruk seperti pesta mabuk-mabukan."

Yang haram bukan hari Valentine'nya Pak'e tapi pestanya itu yg bikin orang mabuk-mabuk, dan itu keknya ga ada hubungannya sama sekali deh sama "14 Febuari". Tiap Tahun Baru, Tujuh belasan juga banyak itu mabuk2.. knapa ga dibuat haram sekalian?.

Saya ga habis berpikir kenapa peringatan terhadap Hari Kasih Sayang itu haram, apa karena itu pencetusnya St. Valentinus yang notabene bukan dari Agama mereka atau memang orang-orang sudah engga layak untuk saling mengasihi dan menyayangi?

Bleh.. makin aneh-aneh aja orang-orang ini....

1.29.2009

Kaligrafi

Gambar dibawah ini sempat menjadi "perdebatan" di beberapa kalangan tertentu, beberapa waktu silam. Saya sendiri punya posternya di rumah hasil perburuan selama beberapa bulan, belum sempat saya buatkan pigora. Menurut saya kaligrafi dibawah ini indah dan unik, kebetulan saya yang penggemar barang-barang aneh kok ya tergelitik untuk mengkoleksinya :D.


Ada yang tahu kaligrafi apa gambar diatas??