8.23.2008

Kemping

Disela-sela menyelesaikan tugas tulis menulis yang belum kelar, saya harus menyelipkan satu postingan ini sekaligus sebagai ucapan matur nuwun buat tiga teman saya pecinta jalan-jalan, enyo cing, boambang dan panci.

Beberapa hari lalu saya mendapat paket misterius tanpa nama yang didalamnya terselip juga ballpoint yang (mungkin) engga sengaja ikutan kebungkus hahaha. Berdasarkan informasi dari penjaga rumah yang saat itu melihat ciri-ciri kurir yang mengantar paket, saya bisa menebak kira-kira siapa gerangan pemberi paket itu. Paket misterius ini akhirnya memberi inspirasi buat saya untuk nulis dan berbagi tentang hal-hal yang berbau kemping.

Saya penggemar hal-hal yang berbau naturalis, apa adanya, engga dibuat-buat dan alami. Sebuah ruang tanpa batas dan tanpa penyekat membuat saya merasa bebas dan tenang. Itu yang saya rasakan saat saya terbaring diatas rerumputan sambil memandang danau yang luas di depan mata dengan latar belakang pegunungan dan hamparan pohon yang berbaris lebat; atau berbaring diatas pasir sambil memandang bintang dengan iringan suara deburan ombak yang mengalun. Buat saya hal-hal seperti itu menjadi terapi tersendiri yang paling manjur untuk menghilangkan segala kepenatan di kota.

Berikut saya perkenalkan satu-satu, beberapa persenjataan yang wajib dibawa…


Kiri: Rucksack untuk membawa barang-barang kebutuhan, ini wajib punya untuk membawa persenjataan; Tenda, biar gak kepanasan kehujanan ; Snorkel biar gak sesak napas di dalem air.
Kanan: Tikar buat alas bobok; Sepatu hiking dengan sol bergerigi untuk membantu menapak dilengkapi bahan yang waterproof biar kaki tetap nyaman kering meski hujan & jalan di lumpur-lumpur; botol minum yang alasanya dari aluminium dan berfungsi sebagai gelas lipat untuk bikin menjerang kopi dan teh; Nesting alias panci serbaguna untuk memasak.

(gbr inih nyomot dari eiger dari pada musti pasang tutup tent dan sleepingbag sendiri biar gak refot)

Kiri: Sleeping bag biar gak kena hypothermia
Kanan: Tenda

Kiri: Kompor gas portable; kompor parafin beserta parafinnya; kompor gas portable dengan selang, yg satu ini rada bahaya soalnya sering bikin gas bocor; tabung gas.
Kanan : Paket misterius yang ternyata adalah salah satu produk dari Eiger, Hydration Series. Dari namanya, tas ini berfungsi untuk menghindari dehidrasi. Singkatnya untuk tempat membawa botol air minum dengan kapasitas max 2 liter. Kapasitas sebesar ini sepertinya lebih dari cukup untuk dipakai tracking sejauh 4 jam perjalanan. Uhmm.. sepertinya cocok inih kalau di praktekan di Gedung songo – Bandungan, Semarang :D.

Terimakasih sekali lagi untuk tiga teman saya,
-Boambang, anak satu ini pernah kencan dengan saya berdua menyusuri kota Jogja, tiga hari dua malam yang padet acara, seperti studi banding jadinya bukan jalan2 santai haha. Lain kali datang ontime ya Oom biar gak ketinggalan kereta >:)
-Panci, pengalaman ke Ranukumbolo Semeru dengan 6 jam perjalanan, kaki njarem dan sekarung jajanan plus ransel yang pedhot ternyata engga mematahkan semangat. Salut pan' :D, melalui perjalanan ini pula saya mengenal mahluk ini untuk yang pertama kali.
-Enyo Cing, meskipun sudah menyumbang banyak artikel di Petawisata tapi saya belum pernah sekalipun traveling dengan nona ini. Kapan inih ke dlundung atau coba underwater camera di embultuk? saya siap sedia menemani :p, sebelum musim penghujan tiba.

Saya mau melanjutkan tugas tulis menulis lagi sampai kelar... salam nyeplos ;)

5 comments:

Unknown said...

lumayan...kapan2 isa minjem dirimu len...hehehe

sus said...

kalo barange dipinjem yg empunya juga harus ikut smurf :D

Pre said...

trus kapan ke dlundung-nya? musim kemaraunya hampir habis loo *menyampaikan suara hati pyor mode*

sus said...

sabar ya nak... bapak lagi cari hari baik :)

pyor said...

KAPAAAAN KE DLUNDUUUUUNG!?!?!?!?!!

*krn mediator penyampai tak mempan

Rasae salah blog deh?!?!
Tp yg ngajak kan Suval dulu kan?!?!?!?!??!!?!?!??!?!?!!??!?!?!?!?!?!?!!?!?!
*marah mode